Example floating
Example floating




Berita

Personel Polsek Harian Ditemukan Meninggal Dunia, Polres Samosir Lakukan Penyelidikan

15
×

Personel Polsek Harian Ditemukan Meninggal Dunia, Polres Samosir Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com–

Seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Harian, Brigadir Polisi (BrigPol) JFS, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di pintu ruang SIUM Mako Polsek Harian, Kabupaten Samosir, pada Senin malam (27/1/2025). Peristiwa ini segera mendapat perhatian dari Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H., S.I.K., M.H., yang langsung menuju lokasi bersama Sat Reskrim dan tim Inafis Polres Samosir untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat istri korban, FM, mencoba menghubungi suaminya melalui telepon sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak dijawab, dan pesan yang dikirimkan juga tidak mendapat balasan. Merasa khawatir, FM kemudian menuju Mako Polsek Harian dan mendapati sepeda motor dinas milik korban masih terparkir di depan kantor polisi.

Saat memasuki kantor, FM menemukan suaminya dalam keadaan tergantung di tiang kusen pintu ruang SIUM. Ia sempat mencoba memanggil korban, tetapi tidak ada respons. FM kemudian meminta bantuan anggota Polsek lainnya. Kapolsek Harian, IPDA Rahmat Kurniawan, yang tiba di lokasi, segera melaporkan kejadian ini kepada Kapolres Samosir.

Tindakan Kepolisian

Kapolres Samosir bersama Tim Inafis melakukan olah TKP dan menemukan BrigPol JFS tergantung menggunakan ikatan bendera merah putih. Untuk mencegah kerumunan warga, petugas memasang spanduk di sekitar lokasi kejadian. Setelah pemeriksaan awal, jasad korban diturunkan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi, dengan persetujuan pihak keluarga.

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan kepada istri almarhum agar tetap kuat dan mempercayakan penyelidikan kepada Polres Samosir.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bendera merah putih yang tergantung di leher korban, kursi hitam, handphone merek Vivo berwarna biru langit, pakaian dinas Polri, dompet korban, sandal hitam, serta beberapa batang rokok dan pemantik api.

Tim Inafis Polres Samosir menyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia saat ditemukan. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya luka mencurigakan pada tubuh korban. Namun, beberapa tanda khas ditemukan, seperti keluarnya cairan dari alat kelamin dan adanya kotoran di anus. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Proses Penyidikan Berlanjut

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian BrigPol JFS. Kami meminta kepada keluarga untuk mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Setelah autopsi selesai pada Rabu (29/1/2025), jenazah BrigPol JFS dibawa ke rumah duka di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Prosesi pemakaman berlangsung pada Kamis (30/1/2025) pukul 14.30 WIB dan dihadiri oleh personel Polres Samosir yang memberikan penghormatan terakhir.

Reaksi Warga dan Tokoh Masyarakat

Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Harian mengungkapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya BrigPol JFS. L. Sihotang, seorang tokoh masyarakat setempat, mengenang almarhum sebagai sosok yang baik dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. “Beliau sering membantu warga, dekat dengan anak-anak, termasuk dalam kegiatan pertanian dan memberikan imbauan soal ketahanan pangan. Terakhir, beliau bahkan membantu kami menjaga ladang padi dari hama burung,” ujarnya.

Keluarga Winri Sihotang, salah satu warga yang mengenal almarhum, juga menyampaikan kesedihannya. “BrigPol JFS selalu ringan tangan dalam membantu sesama. Pernah suatu siang, ia datang ke ladang kami dan tanpa ragu membantu menyemprot racun rumput liar. Kepergiannya sangat mengejutkan dan meninggalkan duka bagi kami semua,” katanya.

Klarifikasi dari Polres Samosir

Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Samosir, Bripka Vandu P. Marpaung, menjelaskan bahwa saat ditemukan, BrigPol JFS tidak sedang dalam tugas dinas. “Pada saat penemuan mayat BrigPol JFS, Kapolsek Harian dan personel lainnya sedang dalam tugas pengamanan serta pelayanan wisatawan di wilayah hukum Polsek Harian, yakni di Simpang Tiga Tele, Menara Pandang Tele, dan Bukit Sibeabea,” ungkapnya.

Dengan masih berlangsungnya penyelidikan, Polres Samosir memastikan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara transparan untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *