Example floating
Example floating




BeritaPerbankan

Insiden Pengerukan Rumah di Desa Unjur: Melanggar HAM dan Perlindungan Anak, Trauma Keluarga Masih Membekas

35
×

Insiden Pengerukan Rumah di Desa Unjur: Melanggar HAM dan Perlindungan Anak, Trauma Keluarga Masih Membekas

Sebarkan artikel ini

Samosir, Sinar24jam.com–

Insiden pengerukan sekeliling rumah seorang warga Desa Unjur, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, yang terjadi pada Senin, 6 Januari 2025, menyisakan luka mendalam. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menghancurkan rasa aman keluarga korban, khususnya istri korban, Rettina Sihotang, dan kedua anaknya yang masih kecil.

Dalam pernyataannya pada Kamis, 23 Januari 2025, Rettina menyampaikan kondisi emosional yang sangat terguncang. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi keluarganya, terutama kedua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Sampai sekarang, rasa takut itu masih ada. Anak-anak saya sering menangis dan merasa takut mendengar suara keras. Saya khawatir ini berdampak pada kesehatan mental mereka di masa depan,” ungkapnya.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Perlindungan Anak

Tindakan pengerukan yang terjadi di sekitar rumah keluarga ini mencerminkan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia (HAM) dan perlindungan anak. Pasal 28G UUD 1945 menjamin setiap warga negara berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan, ketakutan, dan perlakuan yang membahayakan perkembangan fisik maupun psikologis mereka.

Kondisi ini semakin memperburuk trauma keluarga, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap dampak psikologis jangka panjang akibat insiden tersebut. Rettina mengaku keluarganya kini hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan. “Kami kehilangan rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar kami sebagai manusia,” tambahnya.

Panggilan untuk Penegakan Keadilan

Kasus ini menyoroti perlunya penanganan serius oleh pemerintah daerah dan pihak berwenang. Selain investigasi mendalam terhadap kejadian ini, pendampingan psikologis bagi korban, terutama anak-anak, harus segera dilakukan untuk meminimalkan dampak trauma.

Pegiat praktisi hukum Luhung girsang SH, menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa tindak lanjut yang jelas. “Ini adalah pelanggaran hak mendasar. Pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi dan keadilan, serta memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Pentingnya Kepastian Hukum dan Keamanan Warga

Masyarakat Kabupaten Samosir menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi warga dari ancaman serupa di masa depan. Selain itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih luas mengenai pentingnya menghormati hak-hak individu dan menjaga harmoni sosial.

Insiden di Desa Unjur ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan yang melanggar hak asasi manusia memiliki dampak luas, tidak hanya pada korban langsung, tetapi juga pada stabilitas masyarakat secara keseluruhan. Keamanan, rasa aman, dan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama dalam menjaga keharmonisan sosial di negeri ini.

Keadilan tidak hanya soal menghukum pelaku, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan rasa aman yang mereka butuhkan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *