Samosir, Sinar24jam.com |Kabupaten Samosir, yang selama ini dikenal sebagai daerah pariwisata dengan udara sejuk dan alam asri, kini menghadapi ancaman serius.
Hutan-hutan yang dulunya rimbun dan hijau perlahan-lahan menghilang, menimbulkan kekhawatiran akan potensi bencana alam di masa depan.
Hutan-hutan di Samosir, yang mengelilingi pinggiran Danau Toba dan menjadi daya tarik wisatawan dengan panorama pegunungan yang hijau, kini terlihat gundul.
Dari hasil pantauan di lapangan, banyak pohon yang sebelumnya tumbuh subur kini hampir habis.
Meski belum ada data ilmiah yang mengungkap penyebab pasti fenomena ini, dampak yang dirasakan warga sudah mulai terlihat.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya.
Ia mengingat masa kecilnya ketika sungai-sungai di Samosir masih mengalir deras dan mata air tetap terjaga.
Namun, saat kembali menetap di kampung halamannya, ia mendapati sungai-sungai telah mengering, mata air mati, dan sawah-sawah yang dulu subur kini mengalami kekeringan.
“Kondisi alam Samosir sekarang benar-benar kacau. Hutan yang dulunya lebat kini sudah banyak yang gundul akibat perambahan liar,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyoroti maraknya aktivitas penyadapan getah pohon pinus yang turut merusak keseimbangan ekosistem.
Ia juga prihatin dengan satwa liar yang kehilangan habitat alaminya sehingga banyak yang terpaksa keluar ke jalanan untuk mencari makan.
Warga tersebut meminta Pemerintah Kabupaten Samosir untuk segera bertindak sebelum kerusakan semakin meluas.
Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum, termasuk Polres Samosir, segera melakukan pemantauan dan penyelidikan terkait penyebab berkurangnya hutan di daerah itu.
“Dulu, padi menguning di sawah. Sekarang hampir tidak ada lagi. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah. Kalau terus dibiarkan, bencana seperti tanah longsor dan kekeringan akan semakin sering terjadi, dan masyarakat yang akan menanggung penderitaannya,” ujarnya penuh harap.
Sebagai pecinta lingkungan, ia menegaskan pentingnya reboisasi atau penanaman kembali hutan yang telah gundul. “Pemerintah tidak boleh lalai.
Penanaman kembali harus segera dilakukan agar lingkungan kita tetap terjaga,” katanya menutup wawancara.
Kerusakan hutan Samosir bukan hanya ancaman bagi lingkungan, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam untuk bertahan hidup.
Jika dibiarkan, dampaknya akan semakin parah di masa depan.
(Hendri marbun)













