Example floating
Example floating




BeritaPerbankan

Polres Samosir Sukses Amankan Aksi Damai Keturunan OTRS di Desa Partungko Naginjang

21
×

Polres Samosir Sukses Amankan Aksi Damai Keturunan OTRS di Desa Partungko Naginjang

Sebarkan artikel ini

Samosir, sinar24jam – Polres Samosir berhasil mengamankan jalannya aksi damai yang dilakukan oleh Keturunan OTRS di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, pada Kamis (12/12/2024).

Aksi ini berlangsung di depan Tugu ORUS, dengan tujuan menolak peresmian tugu tersebut dan penguasaan fisik atas tanah adat ORUS di Baneara.

Aksi damai yang dipimpin oleh ES sebagai penanggung jawab dan VS sebagai orator, diikuti oleh sekitar 100 orang.

Para peserta aksi menggunakan delapan kendaraan roda empat, 20 kendaraan roda dua, serta alat peraga berupa sound system dan spanduk.

Di lokasi aksi, secara bersamaan juga dilaksanakan kegiatan ibadah dan pesta syukuran atas pembangunan Tugu ORUS oleh Lembaga Pemangku Adat Pomparan/Keturunan ORUS.

Acara tersebut dihadiri sekitar 80 orang, yang meliputi kegiatan kebaktian dan pertunjukan budaya manortor.

Personel Polres Samosir dan Polsek Harian dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan keamanan di kedua kegiatan yang berlangsung berdekatan tersebut.

Aksi damai berlangsung aman tanpa adanya timbul tundkanpidnaa antara peserta aksi dengan kelompok lain.

Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan syukuran selesai dan diikuti dengan orasi dari peserta aksi damai.

Setelah itu, peserta aksi meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas hingga tiba kembali di titik kumpul awal.

Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Samosir menyampaikan bahwa aksi damai ini mencerminkan dinamika hubungan internal antara Keturunan ORUS dan OTRS, yang berasal dari satu marga dan memiliki leluhur yang sama.

“Meskipun ada perbedaan pendapat, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Ini adalah komitmen Polres Samosir dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pengamanan yang baik, dialog dalam masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan damai, tanpa mengorbankan nilai-nilai persaudaraan yang sudah lama terjalin.

Liputan : Henri

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menembus Pagi Danau Toba, Perjalanan Jurnalis dari Samosir ke Pematangsiantar Demi Menghadiri Adat Penghiburan Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan Pelabuhan Simanindo ketika perjalanan menuju Kota Pematangsiantar dimulai dari Kabupaten Samosir, Minggu pagi (17/5/2026). Udara sejuk khas tepian Danau Toba terasa begitu menenangkan. Hamparan air danau yang membiru memantulkan cahaya matahari pagi, menciptakan panorama alam yang memukau sepanjang perjalanan. Staf Redaksi Prestasi Reformasi bersama Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com berangkat dari Samosir menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Perjalanan pagi itu terasa begitu teduh. Riak air danau bergerak perlahan diiringi hembusan angin pegunungan yang sejuk, sementara suasana di atas kapal masih dipenuhi ketenangan khas pagi hari. Setibanya di Dermaga Tigaras, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Aktivitas penumpang maupun kendaraan belum begitu ramai. Beberapa kapal terlihat bersandar tenang di tepian dermaga, berpadu dengan panorama alam Danau Toba yang memanjakan mata. “Pagi di Tigaras selalu menghadirkan ketenangan tersendiri. Udara yang segar dan panorama danau memberi semangat baru sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar salah seorang rombongan. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua menuju Kota Pematangsiantar dengan tujuan menghadiri acara adat penghiburan keluarga Pemimpin Redaksi Sinar24jam.com di kawasan Jalan Asahan. Meski menempuh perjalanan cukup panjang dari Samosir, rombongan akhirnya tiba tepat waktu untuk mengikuti prosesi adat terakhir pemberangkatan keluarga yang meninggal dunia. Dalam suasana adat yang penuh haru, turut dilaksanakan prosesi pemberian ulos tudung sebagai bentuk penghormatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran rombongan dari Samosir disambut hangat pihak keluarga yang sebelumnya telah berada di lokasi acara. Keluarga mengaku merasa senang dan bersyukur atas kehadiran para kerabat dan sahabat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan dukungan moril di tengah suasana duka. Perjalanan dari tepian Danau Toba menuju Kota Pematangsiantar pagi itu bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik indahnya panorama alam yang dilalui, tersimpan nilai kebersamaan, penghormatan adat, dan kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah masyarakat Batak hingga saat ini. ( red)
Berita

Samosir, Sinar24jam.com Cahaya mentari pagi perlahan menyelimuti kawasan…