Simalungun, Sinar24jam.com
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, membahas perkembangan dan arah pengelolaan Masjid Agung Al-Munawwaroh bersama jajaran pengurus masjid dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Siantar, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat pengelolaan serta pengembangan salah satu rumah ibadah yang menjadi ikon masyarakat Kecamatan Bandar dan sekitarnya.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Frangki Purba, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Akbar P. Siregar, Camat Siantar M. Iqbal, perwakilan Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah tokoh agama, termasuk H. Ikhwanuddin Nasution.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus Masjid Agung Al-Munawwaroh menyampaikan sejumlah kondisi dan kebutuhan pengelolaan masjid ke depan.
Iskandar Sinaga, salah seorang pengurus masjid yang telah bertugas sejak tahun 2016, menjelaskan bahwa pembangunan awal masjid dilakukan melalui dukungan dana aparatur Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, selama ini operasional masjid masih mengandalkan infaq jamaah yang dinilai cukup untuk kebutuhan rutin harian, namun belum mampu mendukung pengembangan fasilitas secara maksimal.
“Karena masjid ini pada dasarnya lahir dari dukungan pemerintah daerah, kami berharap pengelolaannya ke depan dapat kembali diperkuat bersama Pemkab Simalungun, termasuk pembentukan struktur kepengurusan yang baru,” ujar Iskandar.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris pengelola sementara, H. Kalam Sinaga. Ia menilai Masjid Agung Al-Munawwaroh memiliki posisi penting sebagai simbol kebanggaan masyarakat sehingga membutuhkan perhatian serius, terutama dalam peningkatan sarana dan fasilitas pendukung.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan semangat para pengurus dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan masjid.
Bupati menegaskan pemerintah daerah akan berupaya mengambil peran aktif dalam mendukung pengembangan Masjid Agung Al-Munawwaroh dengan tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Saya merasa senang melihat perkembangan masjid ini. Pemerintah daerah akan mempelajari regulasi yang ada agar dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan dan pengembangan Masjid Agung Al-Munawwaroh ke depan,” kata Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mengelola rumah ibadah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memajukan sarana ibadah di Kabupaten Simalungun. ( Ps)















