Samosir, Sinar24jam.com–
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Samosir pada Senin (15/9/2025) terkait kasus pemecatan dr. Bilmar Delano Sidabutar, menyita perhatian publik dan kalangan media. Suasana rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Samosir tersebut menjadi sorotan, mengingat kasus pemecatan dr. Bilmar dinilai sarat dengan kejanggalan dan masih menyisakan tanda tanya besar.
Usai RDP, puluhan wartawan dari berbagai media lokal maupun regional terlihat memadati area depan gedung dewan. Mereka berbondong-bondong mewawancarai dr. Bilmar Delano Sidabutar yang baru saja keluar dari ruangan sidang. Antusiasme jurnalis ini memperlihatkan tingginya atensi publik terhadap kasus yang menimpa dokter yang Sudah Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.
Dalam wawancara singkat, dr. Bilmar menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan masyarakat dan sorotan media yang terus mengawal perjalanannya mencari keadilan. Ia juga berharap agar proses hukum dan kebijakan yang diambil pemerintah daerah berjalan transparan, objektif, serta tidak menciderai hak-hak ASN.
“Kasus ini bukan hanya tentang saya pribadi, tetapi juga tentang bagaimana sistem pemerintahan menegakkan aturan dan melindungi hak para pegawai negeri,” ujar dr. Bilmar di hadapan wartawan.
Pantauan di lokasi, kehadiran wartawan yang begitu ramai sempat menimbulkan ketegangan sosial kecil di sekitar area gedung DPRD. Namun situasi tetap terkendali berkat pengamanan aparat kepolisian yang berjaga.
Kasus pemecatan dr. Bilmar diperkirakan akan terus menjadi sorotan, terutama setelah RDP ini menyingkap berbagai keterangan dan perdebatan tajam antara pihak-pihak terkait. Publik kini menanti langkah lanjutan DPRD Samosir dalam menindaklanjuti temuan serta aspirasi yang berkembang.















